Strategi video commerce menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan penjualan UMKM di Indonesia pada 2025. Dengan tren digital yang semakin maju dan dominasi konten video pendek, UMKM dapat mengoptimalkan peluang peningkatan omzet lewat berbagai pendekatan video commerce. Berikut ini strategi utama yang bisa diterapkan:
1. Manfaatkan Video Pendek dengan Hook yang Kuat

Video berdurasi 15-60 detik sangat efektif untuk menarik perhatian. UMKM harus fokus membuat video dengan hook kuat dalam 3 detik pertama, seperti visual produk menarik, testimonial singkat, atau pernyataan kejutan. Konten yang langsung mengkomunikasikan nilai produk mampu memicu impulse purchase secara cepat.
2. Kreasi Konten Mikro yang Variatif
Buat variasi konten seperti demo produk, before-after, testimoni pelanggan, dan behind the scene proses produksi. Konten beragam menjaga audiens tetap tertarik dan memperkuat brand awareness. Repurposing video menjadi beberapa klip pendek yang fokus pada aspek berbeda juga efisien untuk menghemat waktu.
3. Kombinasikan Video Pendek dan Live Shopping
Video pendek efektif menarik pelanggan baru dan membangun awareness, sementara live shopping menjadi media closing transaksi langsung dengan interaksi real-time. Strategi yang menggabungkan keduanya—misalnya promosi lewat video pendek lalu tutup penjualan lewat live shopping—memberikan hasil terbaik.
4. Kolaborasi dengan Micro-Influencer
Menggaet micro-influencer yang sesuai dengan niche produk mampu memberikan jangkauan audiens autentik dengan biaya yang efisien. Konten yang dibuat influencer untuk video commerce cenderung lebih dipercaya audiens dibanding iklan formal.
5. Optimalkan Distribusi dan Iklan Organik
UMKM perlu rutin posting video dengan jadwal konstan agar algoritma platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts memberikan peluang viral secara organik. Perpaduan konten organik dan iklan terarah dapat memperbesar exposure dan meningkatkan konversi.
6. Gunakan CTA Jelas dan Mudah Dilakukan
Video commerce harus menyertakan Call To Action (CTA) yang gampang dipahami dan dilakukan, seperti “klik link beli”, “tonton live sekarang”, atau “pakai kode promo”. CTA ini memicu aksi pembelian tanpa harus membuat audiens berpikir lama.
7. Pelacakan dan Analisis Data
Gunakan tools pelacakan seperti UTM, pixel Facebook/TikTok, dan kode promo khusus untuk mengetahui sumber konversi video commerce. Analisis data ini membantu menyesuaikan strategi konten dan iklan agar ROI terus meningkat.
8. Fokus pada Cerita dan Pengalaman Nyata
Video yang menampilkan pengalaman nyata pelanggan, cerita brand, atau proses usaha dapat membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan audiens sehingga loyalitas pelanggan semakin kuat. luck365
Kesimpulan
Strategi video commerce untuk UMKM di 2025 harus menggabungkan pembuatan konten video pendek yang menarik dengan distribusi konsisten dan kolaborasi micro-influencer. Penggunaan live shopping sebagai alat closing sangat efektif dipadukan dengan analitik data dan CTA yang jelas. UMKM yang berhasil mengimplementasikan strategi ini akan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan secara signifikan. jetsadabetth






