Model monetisasi di live commerce memang berbeda antar platform, terutama di tiga pemain utama Indonesia: TikTok Shop, Shopee Live, dan Tokopedia Play. Perbedaannya terletak di struktur fee, komisi, insentif, dan cara kreator/penjual mendapat uang dari live.
1. TikTok Shop (TikTok Live)

TikTok Shop adalah platform dengan model monetisasi paling agresif untuk kreator dan UMKM, dengan fokus pada transaksi langsung dan pembagian pendapatan.
- Fee transaksi (commission fee)
TikTok mengenakan komisi per transaksi (biasanya 2–5% tergantung kategori), ditambah biaya layanan lain seperti fulfillment jika pakai TikTok Fulfillment.
UMKM bisa dapat insentif komisi lebih rendah atau bahkan 0% untuk periode tertentu sebagai promosi. - Pembagian pendapatan dengan kreator
- Penjual bisa menggandeng kreator (host/influencer) dengan skema:
- Komisi per sale (misal 10–15% dari nilai transaksi).
- Fee tetap per live + bonus jika capai target GMV.
- TikTok juga punya program afiliasi internal, di mana kreator dapat komisi langsung dari platform jika berhasil menghasilkan penjualan.
- Penjual bisa menggandeng kreator (host/influencer) dengan skema:
- Monetisasi tambahan
- TikTok Ads (TopView, In-Feed) bisa digunakan untuk menaikkan visibilitas live.
- Fitur “gift” (hadiah virtual) dari penonton juga bisa jadi pendapatan tambahan untuk host, meskipun ini lebih ke entertainment.
Karakteristik TikTok Shop:
- Sangat cocok untuk UMKM, fashion, beauty, dan produk viral.
- Monetisasi utama dari transaksi langsung, bukan iklan.
- Pertumbuhan sangat cepat, terutama di Gen Z.
2. Shopee Live
Shopee Live punya model monetisasi yang lebih “marketplace-centric”, dengan fee dan komisi yang jelas, serta insentif untuk penjual aktif.
- Biaya platform dan komisi
- Shopee mengenakan biaya layanan (service fee) dan komisi per transaksi, yang besarnya tergantung kategori produk dan apakah penjual pakai fitur premium (misal Shopee Mall).
- Biaya bisa naik jika penjualan tinggi, karena Shopee menerapkan tier komisi.
- Insentif dan cashback
- Shopee sering memberikan insentif:
- Cashback untuk penjual yang capai target GMV.
- Fee lebih rendah untuk penjual yang aktif live dan punya rating tinggi.
- Penjual juga bisa dapat subsidi ongkir dari Shopee untuk menarik lebih banyak pembeli.
- Shopee sering memberikan insentif:
- Kolaborasi dengan kreator
- Penjual bisa menggandeng kreator/influencer dengan skema:
- Komisi per sale (biasanya 10–20%).
- Fee tetap per live + bonus GMV.
- Shopee juga punya program afiliasi (Shopee Affiliate) yang bisa digunakan kreator untuk dapat komisi dari penjualan.
- Penjual bisa menggandeng kreator/influencer dengan skema:
- Monetisasi tambahan
- Shopee Ads (SPM, Shopee Feed Ads) untuk menaikkan visibilitas live.
- Fitur “battle” antar penjual atau antar host, yang bisa meningkatkan engagement dan penjualan.
Karakteristik Shopee Live:
- Sangat kuat di FMCG, elektronik, dan produk rumah tangga.
- Volume transaksi besar, tetapi persaingan sangat ketat.
- Cocok untuk penjual yang ingin volume besar dan punya logistik kuat.
3. Tokopedia Play (Tokopedia Live)
Tokopedia Play punya model monetisasi yang lebih “brand-centric”, dengan fokus pada kualitas konten dan insentif untuk penjual terpilih.
- Biaya platform dan komisi
- Tokopedia mengenakan komisi per transaksi, yang besarnya tergantung kategori dan apakah penjual masuk program khusus (misal Tokopedia Mall).
- Biaya bisa lebih rendah untuk penjual yang aktif di Tokopedia Play dan punya rating tinggi.
- Insentif dan program khusus
- Tokopedia sering memberikan insentif:
- Fee lebih rendah untuk penjual yang aktif live dan punya konten berkualitas.
- Cashback atau subsidi ongkir untuk penjual yang capai target GMV.
- Penjual terpilih bisa masuk program khusus (Tokopedia Play) yang dapat insentif tambahan.
- Tokopedia sering memberikan insentif:
- Kolaborasi dengan kreator
- Penjual bisa menggandeng kreator/influencer dengan skema:
- Komisi per sale (biasanya 10–15%).
- Fee tetap per live + bonus GMV.
- Tokopedia juga punya program afiliasi yang bisa digunakan kreator untuk dapat komisi dari penjualan.
- Penjual bisa menggandeng kreator/influencer dengan skema:
- Monetisasi tambahan
- Tokopedia Ads (TopAds, Sponsored Products) untuk menaikkan visibilitas live.
- Fitur “voucher” dan “tagging produk” yang bisa meningkatkan penjualan selama live.
Karakteristik Tokopedia Play:
- Sangat cocok untuk brand lokal, fashion, dan produk lifestyle.
- Fokus pada kualitas konten dan pengalaman belanja yang baik.
- Cocok untuk penjual yang ingin membangun brand dan punya konten berkualitas.
Perbandingan Singkat
| Platform | Fee Utama | Komisi Kreator | Insentif Utama | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| TikTok Shop | Komisi transaksi + layanan | 10–15% per sale | Komisi rendah, insentif GMV | UMKM, fashion, beauty, produk viral |
| Shopee Live | Komisi transaksi + layanan | 10–20% per sale | Cashback, subsidi ongkir, battle | FMCG, elektronik, volume besar |
| Tokopedia Play | Komisi transaksi + layanan | 10–15% per sale | Fee rendah, cashback, program khusus | Brand lokal, fashion, lifestyle |
Rekomendasi Strategi
- Jika target utama adalah Gen Z, fashion, beauty, dan produk viral: fokus di TikTok Shop, karena model monetisasinya paling agresif untuk UMKM dan kreator.
- Jika target utama adalah volume transaksi besar, FMCG, dan elektronik: tetap aktif di Shopee Live, karena platform ini masih yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
- Jika target utama adalah membangun brand dan punya konten berkualitas: manfaatkan Tokopedia Play, karena platform ini sangat mendukung penjual yang aktif dan punya konten bagus. jetsadabetth
Strategi terbaik: gunakan TikTok Shop untuk akuisisi audiens baru dan viralitas, Shopee Live untuk volume dan konversi besar, dan Tokopedia Play untuk membangun brand, dengan integrasi data pelanggan antar platform. luck365






