vlatitude – Arah besar QRIS 2026 dirangkum BI dalam kerangka simbolik “17–8–45”, yang menjadi tema utama pengembangan sistem pembayaran nasional tahun ini. Angka-angka ini bukan sekadar slogan, tapi target konkret yang ingin dicapai secara terukur, sekaligus mencerminkan semangat kemerdekaan dan digitalisasi ekonomi Indonesia.
1. Arti dari “17–8–45”

Bank Indonesia menjelaskan bahwa angka 17–8–45 adalah representasi dari tiga target utama QRIS di 2026:
- 17 miliar transaksi QRIS
Target volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar transaksi sepanjang 2026, naik dari 13,66 miliar transaksi di 2025 yang sudah jauh melampaui target awal 6,5 miliar transaksi.
Angka ini menunjukkan ambisi agar QRIS semakin menjadi tulang punggung transaksi ritel harian, baik di warung, pasar, transportasi, maupun e‑commerce. - 8 negara lintas batas (cross‑border)
QRIS akan diperluas ke sekitar 8 negara, melanjutkan integrasi dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, serta menambahkan negara-negara lain seperti China, India, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Tujuannya: memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di luar negeri dan turis asing bertransaksi di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi rupiah dalam transaksi regional. - 45 juta merchant & 60 juta pengguna
- Jumlah merchant QRIS ditargetkan mencapai 45 juta, naik dari sekitar 42 juta merchant di 2025.
- Jumlah pengguna aktif QRIS ditargetkan mencapai lebih dari 60 juta, naik dari 59 juta pengguna di 2025.
Sekitar 90% merchant QRIS adalah pelaku UMKM, sehingga target ini juga mencerminkan fokus pada digitalisasi dan inklusi ekonomi sektor usaha kecil.
2. Kenapa 17–8–45 jadi arah besar?
BI memilih angka 17–8–45 sebagai simbol sekaligus pengingat arah pembangunan sistem pembayaran nasional, dengan pertimbangan:
- Berdasarkan tren pertumbuhan nyata:
Pencapaian 2025 (13,66 miliar transaksi, 59 juta pengguna, 42 juta merchant) menunjukkan bahwa fondasi QRIS sudah kuat dan pertumbuhannya akseleratif.
Target 2026 dinilai realistis karena dibangun di atas capaian yang sudah melampaui ekspektasi. - Mendorong pemerataan & inklusi keuangan:
Dengan target 60 juta pengguna dan 45 juta merchant, BI ingin memastikan QRIS semakin merata di seluruh Indonesia, bukan hanya di kota besar.
Ini menjadi kunci untuk mendorong inklusi keuangan, terutama bagi UMKM, pedagang kaki lima, dan masyarakat di daerah. - Mendukung digitalisasi nasional:
QRIS dirancang agar mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari warung kecil hingga perusahaan besar.
Target 17–8–45 sejalan dengan agenda digitalisasi nasional, di mana pembayaran digital menjadi tulang punggung ekonomi digital.
3. Dampak bagi bisnis & UMKM
- QRIS sebagai tulang punggung commerce:
QRIS bukan lagi sekadar alat bayar, tapi jadi infrastruktur utama yang menghubungkan UMKM, konsumen, dan ekosistem digital (e‑commerce, live commerce, q‑commerce, transportasi umum).
Merchant yang sudah menerima QRIS bisa lebih mudah masuk ke marketplace, live commerce, dan social commerce. - Peluang ekspansi pasar lintas negara:
Dengan QRIS lintas negara, UMKM dan pelaku usaha bisa menjangkau pasar luar negeri lebih mudah, terutama di destinasi wisata yang sudah menerima QRIS.
Wisatawan Indonesia bisa langsung bertransaksi di luar negeri, sementara turis asing bisa langsung bertransaksi di Indonesia. - Data transaksi sebagai dasar layanan keuangan:
Data transaksi QRIS bisa digunakan sebagai dasar untuk akses pembiayaan, pencatatan keuangan, dan layanan keuangan lainnya.
Ini membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pembiayaan berbasis data transaksi, bukan hanya agunan fisik.
4. Strategi ke depan
- Perluasan ke sektor transportasi & layanan publik:
QRIS akan diperluas ke lebih banyak sektor, termasuk transportasi umum, parkir, dan layanan publik, agar transaksi lebih cepat dan nyaman.
QRIS Tap (pembayaran nirsentuh berbasis NFC) juga akan diperluas ke lebih banyak merchant dan sektor. - Peningkatan keamanan & literasi digital:
BI terus memperkuat aspek keamanan sistem QRIS, karena kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan QRIS.
Peningkatan literasi digital juga menjadi bagian dari strategi, agar masyarakat memahami manfaat dan cara penggunaan QRIS dengan baik. jetsadabetth - Optimisme menghadapi 2026:
Dengan capaian tahun 2025 yang telah melampaui target, BI optimistis menghadapi tahun 2026.
Target 17–8–45 dinilai sebagai langkah lanjutan yang menantang namun realistis, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur pembayaran digital kawasan. luck365






