vlatitude – Bank Indonesia (BI) mengumumkan target ambisius: sistem pembayaran QRIS akan bisa digunakan di China dan Korea Selatan mulai kuartal I 2026 (Januari–Maret). Pengumuman Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta pada 21–22 Januari 2026 ini menandai percepatan diplomasi pembayaran digital Indonesia di Asia Timur, sekaligus memperkuat target nasional 17 miliar transaksi QRIS di 2026.
Status Saat Ini & Ekspansi Cepat

Saat ini, QRIS antarnegara sudah beroperasi di 4 negara: Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Penambahan China dan Korea Selatan akan membawa total konektivitas menjadi 6 negara, mendekati target 8 negara di akhir 2026, dengan India sedang dalam diskusi intens.
Manfaat Langsung untuk Masyarakat
Bagi wisatawan Indonesia: mulai Q1 2026, scan QRIS di merchant China/Korea langsung bayar pakai rupiah via aplikasi lokal (GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dll). Tidak perlu tukar uang fisik atau kartu kredit dalam jumlah besar.
Bagi turis mancanegara: wisatawan China dan Korea bisa bayar langsung di merchant Indonesia pakai QRIS mereka, mendukung pariwisata domestik dan UMKM lokal.
Local Currency Transaction (LCT): settlement otomatis dalam mata uang lokal masing-masing negara, mengurangi biaya konversi dan mendukung stabilitas rupiah.
Konteks Performa QRIS Domestik
Ekspansi ini didukung performa QRIS domestik 2025 yang luar biasa:
- Pertumbuhan transaksi 139,99% (yoy) hingga akhir Q4-2025
- Target 2026: 17 miliar transaksi, 60 juta pengguna, 45 juta merchant (90% UMKM)
QRIS antarnegara jadi penggerak utama pencapaian target ini, karena memperluas basis pengguna dan merchant secara eksponensial.
Strategi Diplomasi Pembayaran Digital
Ekspansi QRIS sejalan dengan tiga strategi utama BI:
- Regional Payment Connectivity (RPC): membangun jaringan pembayaran regional ASEAN+3 (termasuk China, Jepang, Korea)
- Kemandirian ekonomi digital: mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran global tertentu
- Inklusi keuangan global: ekspor infrastruktur QRIS sebagai soft power ekonomi Indonesia
Menlu Sugiono menyebut QRIS sebagai “alat baru Indonesia tembus sistem keuangan global”, sejajar dengan perdagangan dan investasi.
Peluang untuk UMKM & Bisnis
Merchant Indonesia: peluang ekspor produk ke China/Korea lebih mudah, karena pembeli bisa bayar langsung via QRIS antarnegara.
Wisatawan & ekspatriat: transaksi harian di luar negeri jadi seamless, mendukung daya beli dan konsumsi.
Platform pembayaran: GoPay, OVO, DANA, ShopeePay akan ekspansi fitur QRIS antarnegara, memperkuat posisi kompetitif di Asia.
Jalan Menuju 8 Negara di 2026
Setelah China-Korea Q1 2026, BI menargetkan:
Ini menjadikan QRIS sebagai sistem pembayaran lintas batas terluas di ASEAN, melampaui konektivitas negara-negara tetangga. Luck365
Kesimpulan: Pengumuman QRIS China-Korea Q1 2026 bukan sekadar berita teknis, tapi tonggak diplomasi ekonomi digital Indonesia. Dari warung nasi Jakarta ke street food Seoul, QRIS karya anak bangsa akan jadi jembatan ekonomi digital terdepan di Asia. Target 17 miliar transaksi 2026 kini terlihat realistis, dengan fondasi global yang solid. jetsadabetth






